KUTUNGGU
KAU DIPINTU SURGA
Dipagi
hari yang cuacanya tak secerah hari-hari kemarin. Untuk kali ini cuacanya
mendung, tetesan air dari langit perlahan-lahan menetesi bumi. Cuaca seperti
ini membuat anak-anak di salah satu sekolah negeri di Yogyakarta menjadi tidak
semangat. Tak ada cowok-cowok keren yang bermain bola basket di lapangan
sekolah, membuat jari-jari para atlet basket disekolah itu tersa gatal untuk
satu hari saja tidak memasukkan bola basket ke ring. Cewek-cewek juga merasa
bosan dengan hari ini. Nayya yang hari ini hanya duduk didalam kelas sambil
membaca buku novel yang kemarin dipinjam dari perpustakaan. Nay memang hobi
membaca buku-buku novel. Cita-citanya sichh pengen jadi penulis terkenal, di
kamar Nayya banyak karangan cerpen yang ditulis Nay. Pernah sekali Ia
memasukkan karangan cerpennya itu kedalam
sebuah majalah terkenal yang ada di kota nya itu, cerpen karyanya itu ternyata
diterbitkan dan Nay pun mendapat keuntungan walau hanya waktu itu iseng saja.
Kejadian itu membuat Nay semakin semangat dalam menciptakan karya karangannya.
Nay yang sedang asyik membaca novel dikagetkan dengan suara cowok yang sudah
tidak asing ditelinganya. Ia adalah Roni, teman dekatnya Nay, Roni juga atlet
basket disekolahannya, dia sangat jago memasukkan bola basket kedalam ring.
Ditambah dengan kegantengannya, dan juga lesung pipitnya menambah manis kalau
sedang tersenyum. Makanya cewek-cewek di sekolahan tersebut menyukai Roni. Tapi
Roni sangat cuek. Bahkan Roni sekarang memilih single walau banyak yang suka
dengannya.
“Hay
Nay, serius banget yang baca novel.” Tanya Roni yang sekarang sudah duduk
berada disamping Nayya.
“Aahh,
gak juga. Kayak gak tau sama Nay aja.” Timpal Nayya.
“Nay,
ke kantin yuk. Laper nih.” Ajak Roni
“Gak
ah, lagi males banget hujan-hujan gini keluar.”
“Ayo
dong Nay, aku gak ada temannya. Ntar gue traktir Loe deh.” Bujuk Roni
“Baiklah,
kalau udah ditraktir aku gak bisa menolaknya.” Sambil tersenyum. Roni hanya
tersenyum dan menjitak kepala Nayya yang tingkahnya membuat Ia gemas, Nay marah
sebentar karna Roni merusak jilbab Nay. Dalam perjalanan ke kantin Nay dan Roni
saling bercanda, kadang Roni mencubit pipi Nay saking gemas nya dengan tingkah
Nay. Memang agak jauh antara kantin dan kelas mereka. Karena keakraban Nay
dengan Roni, membuat cewek-cewek disekitar mereka merasa iri. Mereka berkhayal
bisa dekat dengan Roni atlet basket itu. Sesampai di kantin Roni membawa dua
mangkuk bakso dan Nay yang membawa minumannya. Saat makan pun juga mereka masih
sempat-sempatnya bercanda.
“Nay,
boleh gabung gak, kayaknya seru banget.” Kata cewek yang sekarang sudah duduk
disamping Nay. Dia adalah sahabat Nay, yaitu Fina.
“Dari mana aja Loe
Fin?” Tanya Nay yang masih mengunyah baksonya yang membuat Roni dan Fina
cekikikan melihat Nay makan.
“Biasalah, tadi ada rapat Team Cheers, bentar lagi ka nada
pertandingan bola baket, jadi kitadari Team Cheers juga perlu ada persiapan” jelas Fina.
Maklumlah Fina adalah kapten Team Cheers disekolahannya itu. Nay juga pernah
ikut dalam Cheers, tapi waktu latihan ada insiden kecil, Nay jatuh saat latihan
yang membuat kakinya keseleo dan tidak bisa berjalan 2 hari. Sejak itulah Nay
tidak mau ikut-ikut lagi Cheers.
“Gue ditraktir juga kan
Ron?” Tanya Fina pada Roni
“Iya tenang aja, Gue
yang traktir” jawab Roni. Mereka pun menikmati kembali baksonya.
***
Bel tanda pulang
berdering. Siswa siswi pun langsung berebut untuk keluar kelas. Nay dan Fina
memilih untuk pulang terakhir. Nay dan Fina ke sekolah dengan sepeda, bukan
karena mereka tidak punya motor. Tapi mereka memilih sepeda karena sehat dan
pastinya lebih hemat. Mereka mengayuh sepeda masing-masing dan saling bercanda.
Cuacanya siang ini kembali cerah, matahari tidak malu lagi menampakkan
sinarnya. Mereka pun juga memutuskan untuk mampir ke kebun buah-buahan milik
ayah Fina, sehingga mereka bebas mengambil buah yang mereka inginkan, seperti
melon, mangga, anggur, strawberry dan masih banyak lagi. Tempat pertama yang
Nay tuju adalah tempat kebun strawberry. Nay sangat menyukai dengan buah yang
satu ini. Udaranya di tempat itu sejuk sekali. Mereka pun larut dalam
kesenangan. Karena jam sudah menunjukkan jam 3 sore, mereka pun memutuskan
untuk pulang. Mereka berpisah di gang,rumah Fina yang berda di Gang Melati
sedangkan Nayya di Gang Anggrek. Sesampai di rumah Nay memakrikan sepedanya di
garasi dan buru-buru masuk ke rumah, karena Nay mencium bau masakan ibunya dari
dalam rumah yang membuat perut Nay keroncongan. Tak lupa Nay mengucapkan salam,
ibunya Nay pun juga menjawab salam Nay.
“Nay, setelah ganti
baju, cepat makan!” perintah ibu Nay yang masih berada di dapur.
“iya ibu.” Singkat Nay.
Nay anak satu-satunya, jadi Nay seringkali dimanja oleh ayah dan ibunya. Saat
Iaa masuk ke kamar, Nay melihat suatu bungkusan yang berada di meja belajarnya.
Sebelum ia membuka bungkusan itu, Nay menanyakan pada ibunya.
“ibu…… ini bungkusan
dari siapa???? Hari ini Nay kan gak ulang tahun.” Tanya Nay yang menghampiri
ibunya yang berada di dapur.
“Gak tau Nay, ibu
menemukan itu di depan pintu. Tulisanya sichh untuk Nay. Jadi ibu taruh saja di
kamar Nay” jawab ibu. Nay pun kembali ke kamarya. Dan ia buka bungkusan itu
yang isinya ada sebuah benda berbentuk bola kaca yang didalamnya ada putri
salju dan lengkap dengan hujan salju. Terdapat juga sebuah amplop didalamnya
Nay membuka dan membaca surat itu. Hanya ada satu kalimat ditulis disitu
Semoga
kau menyukainya Nayya.
Nayya semakin penasaran saja, akhir-akhir ini selalu
mendapat surat dari seseorang yang tak tau siapa pengirimnya. Banyak surat yang
ia simpan, dan Nay yakin orangnya sama. Nay pun turun ke ruang makan dan
menyantap karena cacing-cacing yang diperutnya sudah demo. Ibu Nay memasak
kesukaan Nay yaitu ayam goreng. Masakan ibu Nay memang sangat enak.
“Nay
siapa sichh penggemar Nay itu,,???? Ibu jadi ikut penasaran, biasanya yang suka
Nay langsung ungkapin didepan Nay tapi yang ini kok aneh sekali??” Tanya ibu.
“Nay pun juga gak tau ibu, malu kali
sama Nay.” Jawab Nay yang sedang asyik makan cemilan sambil nonton Tv. Ibu
hanya mengerutkan kening
***
Malam hari setelah makan malam bersama
ibu dan ayahnya, Nay langsung saja masuk kekamar dan duduk ditempat belajarnya.
Nay bukan memikirkan buku yang ada di depannya, melainkan memikirkan
surat-surat dari penggemar baru Nay. Amplopnya aja bertema kan strawberry kesukaan
Nay. Pasti orang itu sudah mengenal dekat dengan Nay. Karena sudah jam 9 Nay
memilih beranjak tidur.
Keesokan harinya disekolahan. Nay
menemukan sebuah surat lagi di laci bangkunya. Nay menoleh kekanan dan kekiri
tak ada orang disitu. Keadaan kelasnya masih sepi, Nay menaruh tasnya dan
duduk. Ia melihat surat itu dan dibukanya surat itu. Nay pun membaca
rangkaian-rangkaian kata yang ditulis
Mata mu begitu indah
Senyumanmu
membuatku akan ingat selalu padamu
Tiap
malam aku selalu memikirkanmu.
(dan seterusnya)
Kata-katanya
memang sangat romantic. Nay mendengar dari luar suara Roni. Cepat-cepat Nay
menyembunyikan surat itu dalam tasnya. Roni yang melihat wajah Nay seperti ada
yang disembunyikan. Tapi Roni hanya memberikan senyuman yang manis pada Nay.
“pagi sekali kau berangkat Nay??”
Tanya Rni yang sekarang sudah duduk disamping Nay.
“emmmmm,,,,, kamu juga kan,,???” Nay mengembalikan pertanyaan Roni. Roni hanya
menggaruk-garuk kepala yang kurang mengerti tingkah Nay.
Bel istirahat berbunyi, membuat
anak-anak berebut untuk kekantin mengisi perut yang sudah dari tadi
keroncongan. Nay dan fina memutuskan untuk pergi ketaman sambil membawa makanan
dan minuman. Nay menceritakan kejadian kemarin dan pagi ini tentang penggemar
rahasianya itu.
“Aku jadi pengen punya penggemar
rahasia sepertimu Nay.” Kata Fina yang sedang berkhayal.
“Aduuuuh Fina,, ntar Rico pacarmu mau
kamu kemanakan???” Tanya Nay sambil menepuk pundak Fina, Fina yang merasa
kesakitan hanya meringis saja. Fina melamun kembali, membuat Nay berfikir untuk
mengerjain Fina. Nay menghabiskan makanannya Fina, tapi Fina memergoki Nay dan
mencubit pipi Nay. Mereka pun tertawa bersama.
Dirumah Nay menemukan coklat
Strawberry dan setangkai mawar putih yang masih segar dan harum. Nay membawa
coklat dan mawar itu kekamarnya. Nay mengambil tempat buat menaruh bunga itu
dan tak lupa mengisinya dengan air agar tidak layu.
Kejadian itu berlangsung selama
berbulan-bulan. Dikamar Nay banyak bunga mawar, coklat atau bingkisan seperti
boneka maupun novel. Nay sangat penasaran dengan orang itu. Sudah 3 bulan tapi
kenapa penggemar rahasia itu belum saja menampakkan dirinya. Hingga suatu hari Nay
dan Fina berniat memergoki orang yang menaruh surat dilaci bangkunya. Saat ia
mengintip di jendela kedalam kelas Nay dan Fina hanya melihat di Roni saja yang
berada ditempat itu. Roni pun menaruh sepucuk surat di laci bangku Nay dan
buru-buru keluar kelas sebelum orang melihat apa yang dilakukannya. Nay dan
Fina yang melihat Roni akan keluar, buru-buru mereka bersembunyi. Setelah Roni
tidak terlihat Nay dan Fina masuk ke kelas dan membuka surat itu, saat Roni
masuk kekelas Nay dan Fina bersikap seperti biasa dan seolah-olah tidak terjadi
apa-apa.
Setelah pulang sekolah Nay dan Fina
berniat untuk membuntuti Roni yang sekarang akan menuju ketoko bunga, disitu
Roni membawa setangkai bunga mawar putih. Setelah itu Roni pergi ke Toko Kue
dan membeli sebuah Kue. Roni menuju rumah Nay, disana Roni menaruh barang yang
telah Ia beli tadi, lalu Roni menancap gas motornya dan berlalu lalang dijalan.
“Nay,,, ini sangat gilaaaa dan
mengesankan. Seorang Roni yang dikagumi banyak cewek disekolahan ternyata
melakukan hal seperti ini buat kamu Nay.” Kata Fina kagum. Nay hanya
tersenyum-senyum dan Fina mengerti arti senyuman itu.
Semalaman Nay memikirkan Roni yang
selalu mengirim surat kepadanya. Tak Nay sangka Roni melakukan hal seperti ini,
Nay juga sepertinya juga memendam rasa suka pada Roni. Nay baru teringat kalau
sebentar lagi ada pertandingan bola Basket antar sekolah, Nay harus melihat
pertandingan itu dan melihat aksi Roni dilapangan Basket.
***
Pertandingan bola basket akan segera
dimulai, semua team telah mempersiakan semua kemampuan team masing-masing. Nay
menonton dibangku paling depan. Banyak siswa yang juga saling menyemangati
pemain jagoannya, tetapi kebanyakan cewek-cewek menyemangati Roni, maklumlah.
“Nay aku minta do’a darimu.” Kata Roni
yang sudah ada dilapangan. Nay hanya tersenyum dan membuat pipi Nay memerah.
Bertandingan akhirnya dimulai. Persaingan pun juga dimulai baru 3 menit, Roni
sudah mencetak angka. Sorak-sorai bergemuruh. Kadang juga team lawan berhasil
mencetak angka. Permainan sudah berjalan selama 45 menit skor 26-20. Tapi
tiba-tiba Roni jatuh pingsan dan membuat pertandingan dihentikan. Melihat
kejadian itu Nay berlari ketengah lapangan.
“Roni,,, bangun Ron..!!” Panik
Nay.
“lebih baik kita bawa Roni ke Rumah
Sakit sekarang. Kelihatannya ini parah.” Kata temannya.
“iya, aku baru ingat Roni mengidap
penyakit jantung.” Timpal temannya yang satu.
Dirumah sakit Nay tercengang, kenapa
Roni tidak cerita kalau dia punya penyakit jantung. kenapa ia menyembunyikan
penyakitnya, batin Nay bertanya-tanya. Nay sllu berdo’a untuk kesembuhan Roni.
Tapi saat dokter keluar dengan wajah menyesal.
“ma’af semuanya, kami tidak bisa
menyelamatkan anak anda.” Kata-kata dokter itu membuat keadaan yang ada disitu
menjadi sedih. Hanya isak tangis yang terdengar. Termasuk Nay, mengapa Tuhan
mengambil nyawa Roni saat ini. Nay melihat tubuh Roni yang sudah kaku dan tertutupi
kain putih. Tidak tega rasanya Nay melihat itu. Fina memeluk sahabatnya karena
Ia juga merasa kehilangan Roni.
Nay dan teman-temannya mengantarkan
Roni ketempat istirahatnya yang terakhir, semua merasa kehilangan Roni. Setelah
pemakaman selesai dan semua orang kembali hanya Nay dan Fina yang masih
terlihat didepan makam Roni.
“Sabar Nay, mungkin ini sudah takdir
Tuhan.” Kata Fina
“iya Fin,,,,,” Nay meneteskan air
mata.
“ohhh iya Nay, aku menemukan surat
yang ada di lacimu, mungkin ini surat dari Roni yang Ia berikan sebelum Ia
meninggalkan kita semua.” Kata Fina sambil memberikan surat itu pada Nay.
Nay menbuka suart itu didalam
kamarnya. Nay tak tega membuka surat itu, tapi Nay harus membaca surat itu. Nay
mulai membaca baris demi baris yang ditulis oleh Roni.
Nayya,, ma’af kalau selama ini aku
hanya diam-diam menyukaimu,,,
Aku sangat nyaman berada disampingmu,
aku sangat mencintaimu dan menyayangimu. Ma’af juga kalau selama ini aku
menyembunyikan penyakit yang aku idap. Tapi aku ada disampingmu membuat ku
terasa lebih baik. Nay mungkin ini surat yang terakhir yang aku tulis untuk mu.
Tapi aku janji akan selalu menunggu mu di pintu surga.
Nay
tersayang.
Nayya meneteskan air mata membaca
surat terakhir dari Roni. Nayya sedih bercampur bahagia, walaupun dia
kehilangan sahabat Roni. Tapi dia juga bahagia kalau Roni sudah bahagia disana.
(don’t cry)
Karya:
ana widia.