Rabu, 02 Oktober 2013

Filled Under:

karangan cerpen (b.indonesia)



KUTUNGGU KAU DIPINTU SURGA

          Dipagi hari yang cuacanya tak secerah hari-hari kemarin. Untuk kali ini cuacanya mendung, tetesan air dari langit perlahan-lahan menetesi bumi. Cuaca seperti ini membuat anak-anak di salah satu sekolah negeri di Yogyakarta menjadi tidak semangat. Tak ada cowok-cowok keren yang bermain bola basket di lapangan sekolah, membuat jari-jari para atlet basket disekolah itu tersa gatal untuk satu hari saja tidak memasukkan bola basket ke ring. Cewek-cewek juga merasa bosan dengan hari ini. Nayya yang hari ini hanya duduk didalam kelas sambil membaca buku novel yang kemarin dipinjam dari perpustakaan. Nay memang hobi membaca buku-buku novel. Cita-citanya sichh pengen jadi penulis terkenal, di kamar Nayya banyak karangan cerpen yang ditulis Nay. Pernah sekali Ia memasukkan karangan cerpennya itu kedalam sebuah majalah terkenal yang ada di kota nya itu, cerpen karyanya itu ternyata diterbitkan dan Nay pun mendapat keuntungan walau hanya waktu itu iseng saja. Kejadian itu membuat Nay semakin semangat dalam menciptakan karya karangannya. Nay yang sedang asyik membaca novel dikagetkan dengan suara cowok yang sudah tidak asing ditelinganya. Ia adalah Roni, teman dekatnya Nay, Roni juga atlet basket disekolahannya, dia sangat jago memasukkan bola basket kedalam ring. Ditambah dengan kegantengannya, dan juga lesung pipitnya menambah manis kalau sedang tersenyum. Makanya cewek-cewek di sekolahan tersebut menyukai Roni. Tapi Roni sangat cuek. Bahkan Roni sekarang memilih single walau banyak yang suka dengannya.
          “Hay Nay, serius banget yang baca novel.” Tanya Roni yang sekarang sudah duduk berada disamping Nayya.
          “Aahh, gak juga. Kayak gak tau sama Nay aja.” Timpal Nayya.
          “Nay, ke kantin yuk. Laper nih.” Ajak Roni
          “Gak ah, lagi males banget hujan-hujan gini keluar.”
          “Ayo dong Nay, aku gak ada temannya. Ntar gue traktir Loe deh.” Bujuk Roni
          “Baiklah, kalau udah ditraktir aku gak bisa menolaknya.” Sambil tersenyum. Roni hanya tersenyum dan menjitak kepala Nayya yang tingkahnya membuat Ia gemas, Nay marah sebentar karna Roni merusak jilbab Nay. Dalam perjalanan ke kantin Nay dan Roni saling bercanda, kadang Roni mencubit pipi Nay saking gemas nya dengan tingkah Nay. Memang agak jauh antara kantin dan kelas mereka. Karena keakraban Nay dengan Roni, membuat cewek-cewek disekitar mereka merasa iri. Mereka berkhayal bisa dekat dengan Roni atlet basket itu. Sesampai di kantin Roni membawa dua mangkuk bakso dan Nay yang membawa minumannya. Saat makan pun juga mereka masih sempat-sempatnya bercanda.
          “Nay, boleh gabung gak, kayaknya seru banget.” Kata cewek yang sekarang sudah duduk disamping Nay. Dia adalah sahabat Nay, yaitu Fina.
“Dari mana aja Loe Fin?” Tanya Nay yang masih mengunyah baksonya yang membuat Roni dan Fina cekikikan melihat Nay makan.
          “Biasalah, tadi ada rapat Team Cheers, bentar lagi ka nada pertandingan bola baket, jadi kitadari Team Cheers  juga perlu ada persiapan” jelas Fina. Maklumlah Fina adalah kapten Team Cheers disekolahannya itu. Nay juga pernah ikut dalam Cheers, tapi waktu latihan ada insiden kecil, Nay jatuh saat latihan yang membuat kakinya keseleo dan tidak bisa berjalan 2 hari. Sejak itulah Nay tidak mau ikut-ikut lagi Cheers.
“Gue ditraktir juga kan Ron?” Tanya Fina pada Roni
“Iya tenang aja, Gue yang traktir” jawab Roni. Mereka pun menikmati kembali baksonya.
***
Bel tanda pulang berdering. Siswa siswi pun langsung berebut untuk keluar kelas. Nay dan Fina memilih untuk pulang terakhir. Nay dan Fina ke sekolah dengan sepeda, bukan karena mereka tidak punya motor. Tapi mereka memilih sepeda karena sehat dan pastinya lebih hemat. Mereka mengayuh sepeda masing-masing dan saling bercanda. Cuacanya siang ini kembali cerah, matahari tidak malu lagi menampakkan sinarnya. Mereka pun juga memutuskan untuk mampir ke kebun buah-buahan milik ayah Fina, sehingga mereka bebas mengambil buah yang mereka inginkan, seperti melon, mangga, anggur, strawberry dan masih banyak lagi. Tempat pertama yang Nay tuju adalah tempat kebun strawberry. Nay sangat menyukai dengan buah yang satu ini. Udaranya di tempat itu sejuk sekali. Mereka pun larut dalam kesenangan. Karena jam sudah menunjukkan jam 3 sore, mereka pun memutuskan untuk pulang. Mereka berpisah di gang,rumah Fina yang berda di Gang Melati sedangkan Nayya di Gang Anggrek. Sesampai di rumah Nay memakrikan sepedanya di garasi dan buru-buru masuk ke rumah, karena Nay mencium bau masakan ibunya dari dalam rumah yang membuat perut Nay keroncongan. Tak lupa Nay mengucapkan salam, ibunya  Nay pun juga menjawab salam Nay.
“Nay, setelah ganti baju, cepat makan!” perintah ibu Nay yang masih berada di dapur.
“iya ibu.” Singkat Nay. Nay anak satu-satunya, jadi Nay seringkali dimanja oleh ayah dan ibunya. Saat Iaa masuk ke kamar, Nay melihat suatu bungkusan yang berada di meja belajarnya. Sebelum ia membuka bungkusan itu, Nay menanyakan pada ibunya.
“ibu…… ini bungkusan dari siapa???? Hari ini Nay kan gak ulang tahun.” Tanya Nay yang menghampiri ibunya yang berada di dapur.
“Gak tau Nay, ibu menemukan itu di depan pintu. Tulisanya sichh untuk Nay. Jadi ibu taruh saja di kamar Nay” jawab ibu. Nay pun kembali ke kamarya. Dan ia buka bungkusan itu yang isinya ada sebuah benda berbentuk bola kaca yang didalamnya ada putri salju dan lengkap dengan hujan salju. Terdapat juga sebuah amplop didalamnya Nay membuka dan membaca surat itu. Hanya ada satu kalimat ditulis disitu
Semoga kau menyukainya Nayya.
Nayya semakin penasaran saja, akhir-akhir ini selalu mendapat surat dari seseorang yang tak tau siapa pengirimnya. Banyak surat yang ia simpan, dan Nay yakin orangnya sama. Nay pun turun ke ruang makan dan menyantap karena cacing-cacing yang diperutnya sudah demo. Ibu Nay memasak kesukaan Nay yaitu ayam goreng. Masakan ibu Nay memang sangat enak.
          “Nay siapa sichh penggemar Nay itu,,???? Ibu jadi ikut penasaran, biasanya yang suka Nay langsung ungkapin didepan Nay tapi yang ini kok aneh sekali??” Tanya ibu.
          “Nay pun juga gak tau ibu, malu kali sama Nay.” Jawab Nay yang sedang asyik makan cemilan sambil nonton Tv. Ibu hanya mengerutkan kening
                                                            ***          
          Malam hari setelah makan malam bersama ibu dan ayahnya, Nay langsung saja masuk kekamar dan duduk ditempat belajarnya. Nay bukan memikirkan buku yang ada di depannya, melainkan memikirkan surat-surat dari penggemar baru Nay. Amplopnya aja bertema kan strawberry kesukaan Nay. Pasti orang itu sudah mengenal dekat dengan Nay. Karena sudah jam 9 Nay memilih beranjak tidur.
          Keesokan harinya disekolahan. Nay menemukan sebuah surat lagi di laci bangkunya. Nay menoleh kekanan dan kekiri tak ada orang disitu. Keadaan kelasnya masih sepi, Nay menaruh tasnya dan duduk. Ia melihat surat itu dan dibukanya surat itu. Nay pun membaca rangkaian-rangkaian kata yang ditulis
                   Mata mu begitu indah
                   Senyumanmu membuatku akan ingat selalu padamu
                   Tiap malam aku selalu memikirkanmu.
                   (dan seterusnya)
Kata-katanya memang sangat romantic. Nay mendengar dari luar suara Roni. Cepat-cepat Nay menyembunyikan surat itu dalam tasnya. Roni yang melihat wajah Nay seperti ada yang disembunyikan. Tapi Roni hanya memberikan senyuman yang manis pada Nay.
          “pagi sekali kau berangkat Nay??” Tanya Rni yang sekarang sudah duduk disamping Nay.
          “emmmmm,,,,, kamu juga kan,,???”  Nay mengembalikan pertanyaan Roni. Roni hanya menggaruk-garuk kepala yang kurang mengerti tingkah Nay.
          Bel istirahat berbunyi, membuat anak-anak berebut untuk kekantin mengisi perut yang sudah dari tadi keroncongan. Nay dan fina memutuskan untuk pergi ketaman sambil membawa makanan dan minuman. Nay menceritakan kejadian kemarin dan pagi ini tentang penggemar rahasianya itu.
          “Aku jadi pengen punya penggemar rahasia sepertimu Nay.” Kata Fina yang sedang berkhayal.
          “Aduuuuh Fina,, ntar Rico pacarmu mau kamu kemanakan???” Tanya Nay sambil menepuk pundak Fina, Fina yang merasa kesakitan hanya meringis saja. Fina melamun kembali, membuat Nay berfikir untuk mengerjain Fina. Nay menghabiskan makanannya Fina, tapi Fina memergoki Nay dan mencubit pipi Nay. Mereka pun tertawa bersama.
          Dirumah Nay menemukan coklat Strawberry dan setangkai mawar putih yang masih segar dan harum. Nay membawa coklat dan mawar itu kekamarnya. Nay mengambil tempat buat menaruh bunga itu dan tak lupa mengisinya dengan air agar tidak layu.
          Kejadian itu berlangsung selama berbulan-bulan. Dikamar Nay banyak bunga mawar, coklat atau bingkisan seperti boneka maupun novel. Nay sangat penasaran dengan orang itu. Sudah 3 bulan tapi kenapa penggemar rahasia itu belum saja menampakkan dirinya. Hingga suatu hari Nay dan Fina berniat memergoki orang yang menaruh surat dilaci bangkunya. Saat ia mengintip di jendela kedalam kelas Nay dan Fina hanya melihat di Roni saja yang berada ditempat itu. Roni pun menaruh sepucuk surat di laci bangku Nay dan buru-buru keluar kelas sebelum orang melihat apa yang dilakukannya. Nay dan Fina yang melihat Roni akan keluar, buru-buru mereka bersembunyi. Setelah Roni tidak terlihat Nay dan Fina masuk ke kelas dan membuka surat itu, saat Roni masuk kekelas Nay dan Fina bersikap seperti biasa dan seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
          Setelah pulang sekolah Nay dan Fina berniat untuk membuntuti Roni yang sekarang akan menuju ketoko bunga, disitu Roni membawa setangkai bunga mawar putih. Setelah itu Roni pergi ke Toko Kue dan membeli sebuah Kue. Roni menuju rumah Nay, disana Roni menaruh barang yang telah Ia beli tadi, lalu Roni menancap gas motornya dan berlalu lalang dijalan.
          “Nay,,, ini sangat gilaaaa dan mengesankan. Seorang Roni yang dikagumi banyak cewek disekolahan ternyata melakukan hal seperti ini buat kamu Nay.” Kata Fina kagum. Nay hanya tersenyum-senyum dan Fina mengerti arti senyuman itu.
          Semalaman Nay memikirkan Roni yang selalu mengirim surat kepadanya. Tak Nay sangka Roni melakukan hal seperti ini, Nay juga sepertinya juga memendam rasa suka pada Roni. Nay baru teringat kalau sebentar lagi ada pertandingan bola Basket antar sekolah, Nay harus melihat pertandingan itu dan melihat aksi Roni dilapangan Basket.
                                                            ***                              
          Pertandingan bola basket akan segera dimulai, semua team telah mempersiakan semua kemampuan team masing-masing. Nay menonton dibangku paling depan. Banyak siswa yang juga saling menyemangati pemain jagoannya, tetapi kebanyakan cewek-cewek menyemangati Roni, maklumlah.
          “Nay aku minta do’a darimu.” Kata Roni yang sudah ada dilapangan. Nay hanya tersenyum dan membuat pipi Nay memerah. Bertandingan akhirnya dimulai. Persaingan pun juga dimulai baru 3 menit, Roni sudah mencetak angka. Sorak-sorai bergemuruh. Kadang juga team lawan berhasil mencetak angka. Permainan sudah berjalan selama 45 menit skor 26-20. Tapi tiba-tiba Roni jatuh pingsan dan membuat pertandingan dihentikan. Melihat kejadian itu Nay berlari ketengah lapangan.
          “Roni,,, bangun Ron..!!”   Panik Nay.
          “lebih baik kita bawa Roni ke Rumah Sakit sekarang. Kelihatannya ini parah.” Kata temannya.
          “iya, aku baru ingat Roni mengidap penyakit jantung.” Timpal temannya yang satu.
          Dirumah sakit Nay tercengang, kenapa Roni tidak cerita kalau dia punya penyakit jantung. kenapa ia menyembunyikan penyakitnya, batin Nay bertanya-tanya. Nay sllu berdo’a untuk kesembuhan Roni. Tapi saat dokter keluar dengan wajah menyesal.
          “ma’af semuanya, kami tidak bisa menyelamatkan anak anda.” Kata-kata dokter itu membuat keadaan yang ada disitu menjadi sedih. Hanya isak tangis yang terdengar. Termasuk Nay, mengapa Tuhan mengambil nyawa Roni saat ini. Nay melihat tubuh Roni yang sudah kaku dan tertutupi kain putih. Tidak tega rasanya Nay melihat itu. Fina memeluk sahabatnya karena Ia juga merasa kehilangan Roni.
          Nay dan teman-temannya mengantarkan Roni ketempat istirahatnya yang terakhir, semua merasa kehilangan Roni. Setelah pemakaman selesai dan semua orang kembali hanya Nay dan Fina yang masih terlihat didepan makam Roni.
          “Sabar Nay, mungkin ini sudah takdir Tuhan.” Kata Fina
          “iya Fin,,,,,” Nay meneteskan air mata.
          “ohhh iya Nay, aku menemukan surat yang ada di lacimu, mungkin ini surat dari Roni yang Ia berikan sebelum Ia meninggalkan kita semua.” Kata Fina sambil memberikan surat itu pada Nay.
          Nay menbuka suart itu didalam kamarnya. Nay tak tega membuka surat itu, tapi Nay harus membaca surat itu. Nay mulai membaca baris demi baris yang ditulis oleh Roni.
          Nayya,, ma’af kalau selama ini aku hanya diam-diam menyukaimu,,,
          Aku sangat nyaman berada disampingmu, aku sangat mencintaimu dan menyayangimu. Ma’af juga kalau selama ini aku menyembunyikan penyakit yang aku idap. Tapi aku ada disampingmu membuat ku terasa lebih baik. Nay mungkin ini surat yang terakhir yang aku tulis untuk mu. Tapi aku janji akan selalu menunggu mu di pintu surga.
Nay tersayang.
          Nayya meneteskan air mata membaca surat terakhir dari Roni. Nayya sedih bercampur bahagia, walaupun dia kehilangan sahabat Roni. Tapi dia juga bahagia kalau Roni sudah bahagia disana.
                             (don’t cry)

Karya: ana widia.

2 komentar:

  1. Karangan Cerpen (B.Indonesia) ~ Tkj Mafa_Galau >>>>> Download Now

    >>>>> Download Full

    Karangan Cerpen (B.Indonesia) ~ Tkj Mafa_Galau >>>>> Download LINK

    >>>>> Download Now

    Karangan Cerpen (B.Indonesia) ~ Tkj Mafa_Galau >>>>> Download Full

    >>>>> Download LINK wK

    BalasHapus

Copyright @ 2013 TKJ Mafa_Galau.